Friday, November 28, 2008

No hp Siti

Boleh gak tau no hp Siti Rohayati? Buat nanya kabarnya aja, Dah 3 hari inget terus. 17.50

Wednesday, November 19, 2008

Tadi pagi sekira jam 07.10




Tadi pagi sekira jam 07.10 ketika dad pamit ke ibu mo ke Polres Tangerang, tampak baby keluar dari rumah kos mao ke La Moda. Dikenakannya blue jins dan kaus putih yang bahunya ditutup selendang yang cantik itu. Dikenakannya sepatu teple putih kusukaannya. Wajahnya tampak kuyu dengan wajah kuyu mata cindul seperti yang lagi masuk angin atau habis banyak menangis.

"Itu Yuni." Kata dad ke ibu. Begitu baby melintas dad ucapkan greeting.
"Selamat pagi Yuni." Tapi baby bersikap cuwek, malahan menyapa ibu.
"Selamat pagi ibu." Senyumnya sambil tetap berjalan pelan.
"Selamat pagi. Mau kerja neng?" Tawa ibu.
"Iya bu. Mari."
"Iya neng."

"Ya udah klo gitu, jalan aja sekarang tapi hati2." Ujar ibu. Dad lalu jalan disaat baby berbelok ke KK40. Dad berjalan sekira 50 meter dibelakang baby. Ketika mendekati Pintu Selatan Plaza Indonesia, tampak baby menengok kebelakang yang lalu dad lambaikan lengan kiri. Baby diam aja sampai menghilang di pintu Starbuck.

Tuesday, November 18, 2008

kaus dan sweater burgundy

Jam 06.20 selagi duduk di pintu air kali Cideng, dari arah jembatan tampak Baby dibonceng sepeda motor bersama teman kerjanya. Teris ke KK30, lantas menitipkan motor di bu Wati. Lalu keduanya berjalan balik lagi kearah Plaza Indonesia.
"Dad dari mana?" Sapanya. Sementara teman wanitanya meninggalkannya sendiri.
Baby mengenakan kaus dan sweater burgundy yang membuat rona wajahnya tampak rada kelam, entah juga karena kedinginan terhembus angin pagi. Berjins biru, mengenakan sepatu putih teple yang berventilasi itu. Bertas kempit cantik kecoklatan.
"Mau ke BII urus account."
"Dad lagi apa?" Tatapnya serious.
"Lagi nunggu waktu buka jam 10 aja."
"Masih lama lho dad."
"Iya. Baby marah ke dad ya?"
"Nggak." Jawabnya. "Dah dulu ya dad, baby mau masuk kerja."
"Masuk pagi ya?"
"Iya dad. Semalam baby nginep dirumah teman itu." Tawanya. Lalu segera berjalan menyusul temannya yang sudah nunggu di jembatan.


Monday, November 17, 2008

Saturday, November 15, 2008

Mawar putih

MAWAR BODAS - yayat jamika

Sajak Rindu.

Sajak Rindu.

Aku rindu kepadamu.
Kusebut namamu dalam namaku.
Kulukis wajahmu pada wajahku.
Kupeluk tubuhmu pada tubuhku.
Kukecup pipimu pada pipiku.
Sampai kita seolah satu.
Walau hanya dalam qalbu.
(Cianjur, medio Mei 1982.)

Dad pamit.



Dad pamit. Besok mo ke pandeglang cek bahu. Lalu ke tangerang urus sim. 12.35

Ht2 y? 12.45

Insyallah. Baby jg. 12.38

Baby dimana? Kok marah sih, call gak direspon. Sebelum pergi dad ingin jumpa baby dulu. Masih mo ketemu? 16.38

Jwb dong dikit aja juga ok, bikin hati dad tenang. Jgn cuwek gitu ah. Pamali tau! 16.41

Baby dimana? Masih mo jumpa Gaby gak? Bentar lagi smp dari T'rang bersama teh Wiena. 19.11

Friday, November 14, 2008

Desti




Chatting 12 Nop 2008 09.15, 14 Nov 2008 20.45 datang bersama evan.
Aa Eman: FYI only, kayaknya yuni lagi mo hijrah dari dekat babeh ke bintaro. Kasihan deh kami yang akan saling kehilangan. Semoga gak jadi kesombongan bagi ade yang nantinya merasa sebagai lady-killer.
desti ti: semoga, no tlp yuni brp beh?
desti ti: waktu itu ak ke hp chat nya
desti ti: jd gak k save
Aa Eman: Kan minggu lalu babeh dah kasih. Klo gak dicatet ya gak ada harganya dong. Masa sekarang babeh juga kudu obral notel yuni sih? Ntar akan semakin jatuh aja pasaran di para lady-killer entah playboy cap garpu tuh.
desti ti: yeh, babeh jgn negatif dulu k desty....
desti ti: kan waktu itu babeh tahu desty chat pk hape dan hpnya lowbath
desti ti: mati mendadak
Aa Eman: Gak usah aja deh. Biarkan yuni sendiri aja dan doain biar yuni sehat kuat bersih ceria. Okay? Ok.
desti ti: ok degh...
desti ti: terserah babeh klo gitu

"Gpp dad. Malah makasih dibangunin."




Metpagi sayang. Hari ini shift apa? Jam 10 dad call ya. Baby blum lihat rekaman video ya. Bikin dad bangga en selalu nikmati. 07.09

Sayangku dah sarapan? Mau gak maem mie ayam. Dad bungkusin ya. 07.38


Jam 09.00 dad call, tapi gak ada respons. Manatau lagi di kamar mandi khan?
Jam 10.00 dad call lagi, kali ini direspons.

"Assalamualaikum." Tawa dad.
"Waalaikumsalaam." Vokalnya kecil en lemah.
"Duh baby masih bobo ya?"
"Iya dad." Jawabnya masih lemah entah ngantuk.
"Maaf ya dad mengganggu."
"Gpp dad. Malah makasih dibangunin."
"Baby sakit? Mau dad antar ke dokter?"
"Nggak sakit kok dad."
"Tapi masih ngantuk?"
"Iya dad." Tawanya lemah.
"Semalam pulang jam berapa? Dad tungguin lho, dari jam 23 smp 00.45."
"Pulang cepet kok dad. Jam 22.30 dah smp rumah. Dad juga lagi sibuk ya."
"Hehe, iya juga sih. Hari ini masuk shift apa? Jam 15?"
"Iya dad."
"Dah nyarap belum. Baby ingin maem apa? Nanti dad siapin."
"Gak usah dad, makasih. Maemnya nanti siang aja."
"Ya udah, klo gitu baby istirahat lagi aja ya."
"Iya dad, makasih ya." Tawanya masih lemah.
"Makasih sama2 baby sayangku." Tawaku.
"Assalamualaikum." Tawanya.
"Waalaikumsalaam."



Baby sayang. Klo sakit bilang ya biar dad segera antar ke dokter or RS. 10.40

Dad ingin ke kamar kos baby buat mastiin kasur en klambu buat bobo. Dad takut baby sakit. Klo dad gak dikasih tau baby sakit, bisa nangis darah lho. Dad amat sayangi baby. 11.22

Dad sendirian aja. Klo baby jalan 10 menit kemudian, tentu gak ada Oman lagi belanja sayuran. Dad lagi tunggu2 baby lho. Boleh nanti malam dad jumpa baby? Merasa malu gak sama teman2 Lamoda? Ih kenapa juga dad jadi gak pd ginih ya? 13.46



Semalam sejak jam 23.15 smp 00.15 dad tungguin baby pulang. Tapi gak ada tuh. Gak kasihan ya dad dah 2 malam jadi kambing congek. Mana semua sms dikacangin lagih.

Mom ngantor lagi



Mom yang meriang sejak Senin gara2 tidur dibawah AC, padahal Sentul klo malam dah duingin banget. Hari ini dah ngantor lagi sembari mo bayarin utang2 bulanan. Lihat aja pic yang masih rada pucat dah seminggu gak kejemur matahari saat numpak ojeg.

Baby ceria

Thursday, November 13, 2008

La Moda...




Dalam perjalanan ke La Moda, sempat dad kirim sms, karena sadar takut mengganggu kerja.


"Maaf tadi call kelamaan. Dad otw La Moda. Tapi make kaos gpp ya." 19.16


Sesampai di Plaza Indonesia, dad menuju konter Fuji Film dulu buat bikin pasfoto dari pic yang tadi diambil oleh Putra. 15 lembar 3x4 seharga 25ribu selesai dalam 30 menit. Tapi dad gak nunggu melainkan mencari lokasi La Moda. Setelah ketemu lalu masuk dan duduk. Seorang waitress datang membawakan menu. Gak lama datang Baby dari kitchen area. Menghampiri sambil formal menyapa, "Selamat malam." Sambil tersenyum manis. Lalu berbisik, "tapi maaf dad, baby gak bisa menemani."
"Gpp kok sayang. Dad senang bisa melihat baby sehat ceria begini. Dad kangen."
"Ada sms dad. Tadi baby kirim sms."
"Oh dad belum tahu. tadi hp dimatikan." Kuambil hp lalu ku On kan.
"Ada ancaman bom. Kayaknya kita akan tutup lebih awal."
"Sekarang lagi dilacak oleh Polri?"
"Bukan, tapi oleh security."
"Maaf tadi dad call kelamaan..."
"Tadi baby masuk ke lift dad, lalu hubungan putus sendiri." Tawanya malu2.


Di pesan masuk terbaca,
KYKNYA JGN DECH. ADA ISU BOM DI PI. MENDING NEXT TIME. 19.29


"Dad mau pesan apa?" Senyumnya, ketika menghampiri.
"Dad mau minum aja. Gimana klo kopi."
"Disini kopinya keras lho dad."
"Hehe, dad biasanya minum kopi kapal api."
"Disini adanya Kelly, tapi keras lho." Senyumnya.
"Jangan ah. Nanti jantung dad berdebar." Senyum dad.
Dada lalu membuka buka menu.
"Ini menu makanan dad. Klo minuman yang ini."
"Apa fresh fruit juice aja ya. Tapi jangan, ini aja Dry Ginger Ale."
"Jangan ginger ale dad, nanti perutnya gak enak." Sugestinya dengan rasa sayang.
"Tapi dad suka lho, apalagi klo yang Canada Dry." Tawaku.
Baby lalu taking order, pamit dan beranjak ke section bench.



Dad arahkan digcam ke main counter dalam mode video. Baby menating baki berisi big tumbler glass dan ginger can dalam wadah stainless steel. Begitu dekat baby berbisik, "kayaknya jangan make gitu2an deh." Dad faham lalu menjawab, "oke."
"Jadi dad gak boleh ambil pics baby disini?" Baby tentu mengira dad belum ambil pic karena blitz belum pijar, padahal telah merekam video yang tanpa blitz itu.
"Jangan dad." Tawanya sembari menuangkan Schweppes Ginger Ale kedalam gelas berisi ice cube dan seiris jeruk nipis.
"Silahkan diminum dad." Senyumnya mempersilahkan, lantas berlalu kearah bench buat menaruh baki.
"Terimakasih baby sayangku." Senyum dad seraya mengamati lenggang impian itu.
Dad lalu kirim sms.


"Klo issue itu benar, dad tulus ikhlas buat mati bersama baby yang sungguh dad selalu kasihi sayangi kangeni butuhkan." 19.40

"Dad tunggu smp baby pulang trus maem dulu. Boleh gak?" 19.43


Lalu diam2 dad mengarahkan digcam tanpa blitz dan mengambil 3 pics. Setelah sibuk membukai locker utility. Baby mendekati dalam perjalanan ke kitchen.
"Baby masih kenyang dad. Kita makannya lain kali aja ya. Ancaman bom itu nyata dad, sebaiknya dad pulang aja. Lalu tunggu baby dirumah." Sarannya serius.
"Dad malah ingin disini didekat baby. Agar klo terjadi apa2 kita mati bersama, atau dad bisa segera kasih baby bantuan." Tatap dad ke bulat mata dan gerak bibirnya
"Tapi kan disini juga ada personil keamanan dad." Tatapnya dengan khawatir.
Tampak 2 personil berjas tengah berbincang2 dengan serius.



Selang beberapa saat baby datang mendekati dengan sikap agak gelisah.
"Klo dad tiap hari kemari disaat baby tugas. Boleh gak?"
"Boleh dad. Asal daddy jangan kecewa karena merasa dicuwekin aja klo baby gak bisa nemenin ya." Senyumnya.
"Nggaklah. Kan dad tahu klo baby lagi tugas. Buat dad senang sekali bisa bersama."
"Maaf, dad sebaiknya pulang aja ya. Kayaknya kita akan tutup lebih awal deh."
"Okay sayang. Klo gitu dad akan bayar bill." Baby lalu ke section bench, berkata kepada temannya, lalu berjalan ke main service. Temannya datang sambil membawa bill 30.250 dalam dompet kulit hitam. Kuserahkan goban, lalu waitress tadi bilang, "terimakasih bapak." Lantas berjalan ke kasier di main counter.

Baby datang lagi, selagi dad menunggu kembaliannya.
"Sayang, dad perlu tinggalin tips nggak?"
"Gak perlu dad." Senyumnya.
"Nanti dad tunggu di warnet ya sayang." Senyum dad.
"Iya dad. Tapi gak bisa lama2. Terimakasih ya dad. Selamat malam." Ungkapnya agak nyaring. Lalu berlalu kembali ke main kitchen. Tak lama temannya datang membawa kembalian, lalu bergabung dengan baby. Dad juga lantas keluar menuju ke Fuji Film. Dari escalator turun, tampak baby dan temannya tengah berbincang di pintu kitchen service sambil tertawa tawa kecil dan saling cubit.
Jam 20.30 kata petugas security (20.18 tertera di hp), dad melalui gerbang Barat.

"Dad dah smp rumah nunggu baby pulang. Ancaman itu cuma issue aja kok, seperti di 4 tempat lainnya. Qalbu dad selalu bersama babyku selalu tersayang." 20.33

Tapi dad tunggu sejak jam 23, smp jam 00.45 baby tak tampak melintas apalagi singgah tuh. Tadinya ingin dad call, tapi biarlah baby istirahat aja tentu capek dan ngantuk.